Menjadi Pemaaf Seperti Rasulullah

Islam mengajarkan konsep ihsan bahwa berbuat baik itu bukan karena orang tersebut berbuat baik pada kita, namun karena Allah. Berbuat baik sebagaimana Allah senantiasa berbuat baik pada kita.

Rasulullah SAW bersabda;
“Maukah aku ceritakan kepadamu mengenai sesuatu yang membuat Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab; tentu. Rasul pun bersabda; Kamu harus bersikap sabar kepada orang yang membencimu, kemudian memaafkan orang yang berbuat dzalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu dan juga menghubungi orang yang telah memutuskan silaturahmi denganmu.” (HR. Thabrani)

Hakikat Memaafkan

Memaafkan artinya suatu perbuatan, kejadian, atau pelaku tidak lagi mempengaruhi kondisi hati. Tidak ada lagi rasa marah, jengkel, kecewa, sedih, maupun dendam.

Proses memaafkan bisa dipermudah dengan beberapa cara, yaitu:
1. Menerima
2. Meyakini ini yang terbaik
3. Mendoakan orang lain tanpa pilih kasih, termasuk yang pernah merugikan, mendzolimi, menyakiti
4. Memperbanyak sedekah

Baarakallahu fiikum. Wallahu a’lam bish-shawab.

Palembang, 25 Juli 2017 / 1 Dzulqa’idah 1438 H

Referensi:

  1. Manfaat Memaafkan Itu untuk Diri Sendiri
    https://www.instagram.com/p/BWmP7BMBqVT/?taken-by=ilmapratidina
  2. Ilustrasi Gambar
    http://www.instagram.com/Tausiyahku_