Memupuk Semangat Kajian

Majelis ilmu merupakan salah satu cara untuk menjaga keistiqamahan kita. Dengan majelis ilmu, iman dan takwa kita terjaga. Dengan majelis ilmu kita diampuni Allah, dibukakan pintu surga, dan dihindarkan dari api neraka. Dengan majelis ilmu kita bisa mendapatkan keberkahan halaqah ilmu dan bertemu dengan orang-orang shaleh.

Dalam menjalani kehidupan harus selalu diwaspadai, akan terjadi hal-hal baru yang baik atau buruk, menguntungkan dan atau merugikan. Semua ini ada yang dapat diatasi dan diatur, ada yang tidak, terjadi secara spontan menurutkan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ada yang dapat diterima dan lebih sering tidak dapat diterima.

Maka, marilah kita bersemangat hadir ke majelis ilmu. Futur merupakan situasi dimana seseorang lemah dalam ibadah. Kita harus melawan rasa malas ini. Dengan cara: berlindung dari godaan setan, istighfar, dan memperkuat azzam untuk hadir ke majelis ilmu.

 

Dalil-dalil mengenai fadhilah tholabul ‘ilmi di antaranya:

“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (HR.Bukhari).

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az-Zumar [39]: 9)

“Barangsiapa keluar dalam rangka tholabul ‘ilmi (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmidzi, hadits ini bersanad hasan)

“Barangsiap menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)

“Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia dalam (masalah) dien (agama).” (HR.Bukhari)

Setiap manusia adalah makhluk pembelajar secara alamiah. Ketika bayi, dia belajar untuk mengenali hidup baru setelah berpindah dari rahim ibunya ke dunia. Setiap tahapan butuh pembelajaran baru, dan seterusnya.

Ayat pertama Al Qur’an menyebutkan; “Bacalah”. Surat Iqro’ atau surat Al ‘Alaq adalah surat yang pertama kali diturunkan pada Rasulullah. Surat tersebut adalah surat Makkiyyah. Di awal-awal surat berisi perintah membaca. Yang dengan membaca dapat diketahui perintah dan larangan Allah.

Allah berfirman, “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5). Ada hal yang harus bertambah seiring usia kita. Allah berfirman kepada kekasihNya: dan katakanlah (wahai Muhammad); “Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Thaahaa: 114)\

Maka Allah meminta agar Rasulullah memohon pada Allah agar bertambah ilmu Beliau. Lalu bagaimana kita sebagai umat Rasulullah? Tentu kita meneladaninya.

Imam Syafi’i menegaskan: “Ilmu bukanlah teori yang Anda hafal namun yang bermanfaat (diamalkan) dalam kehidupan Anda.” (Sumber: Baihaqi dalam Al Mad)

Kedudukan ilmu tidak hanya sebatas pengetahuan namun menjadi hal yang bermanfaat bagi kehidupan; membawa kita semakin bertaqwa pada Allah, semakin semangat ibadah, semakin santun dan baik pada sesama. Rezeki pengertian dan kefahaman, tidak hanya sekedar pengetahuan. Juga berupa: hidayah.

Beberapa kiat yang dibutuhkan seorang pembelajar agar mendapatkan tambahan rezeki pengertian dan kefahaman:

  1. Ikhlas

Seorang pembelajar harus memiliki niat ikhlas. Ikhlas juga membuatnya tidak menjadikan ilmu sebagai sarana bermegah-megahan. Ikhlas juga menjadikan sabar terhadap sikap guru yang keras ataupun berbagai cobaan dan gangguan.

  1. Rendah Hati

Seorang pembelajar butuh rendah hati, tidak merasa sudah tau sehingga tidak butuh tambah pengetahuan.

  1. Kesungguhan

Kesungguhan akan membuatnya rajin, tekun, dan menggunakan cara-cara dalam mengikat pengertian dan kefahaman yang dimiliki.

Semoga Allah menambahkan bagi kita rezeki pengertian dan kefahaman.

Semoga Allah tuntun langkah kaki kita untuk menuju rumah-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Palembang, 22 Oktober 2017 / 2 Safar 1439H

Ditulis khusus untuk: Kelas Artikel (Ketik) 6, Inspirator Academy

Ilustrasi Gambar: Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *