Akhlak dan Adab kepada Mertua

Pernikahan membuat kita memiliki keluarga baru. Suami atau istri kita sebelumnya dibesarkan oleh orang tua, dibentuk oleh latar belakang lingkungannya, kemudian hidup bersama dengan kita.

Banyak yang harus dihadapi ketika menikah. Salah satunya adalah keluarga baru yang didapat setelah pernikahan. Banyak kisah nyata mertua dan menantu yang tidak akur. Namun bagaimanakah Islam melihat hal ini?

Menyikapi mertua membutuhkan pemahaman dan pengalaman. Mertua adalah orang tua kita juga yang hidup berbeda generasi dengan kita. Mertua hidup di zamannya, sedangkan kita bersama suami atau istri hidup di zaman kita. Ini bisa menimbulkan perbedaan pendapat dan gesekan antara mertua dan menantu. Seperti akhlak kita kepada orang tua, begitulah akhlak kita kepada mertua. Kita harus sabar, merendahkan diri, lemah lembut, dan memberikan perhatian kepada mertua. Jika mertua sayang, dekat, dan harmonis dengan kita maka itu merupakan anugrah dalam hidup ini.

Sebagai pasangan hidup, kita harus membantu suami kita berbakti kepada orang tua. Mengapa begitu? Karena Allah Azza wa Jalla mengatakan bahwa berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain) merupakan amalan yang disukai Allah. Dari Abu Amr Asy-Syaibani –yang bernama Sa’d bin Iyas-, dia berkata, Telah bercerita kepada saya pemilik rumah ini –dia mengisyaratkan dengan tangannya ke rumah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu-, dia berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, “Amal perbuatan apa yang paling dicintai Allah?”

Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.”

Saya bertanya, “Kemudian apa?”

Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”

Saya bertanya, “Kemudian apa?”

Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.”

Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, “Rasulullah menyampaikan ketiganya kepada saya, jika saya menambah pertanyaan tentangnya, niscaya beliau menjawabnya.” (Muttafaq Alaih)

Selain itu, berbuat baik kepada orang tua dan mertua merupakan silaturrahim yang utama. Mertua di usia yang sudah tua, membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari kita. Usahakan agar kita mendengarkan uneg-uneg Beliau, usahakan agar kita menuruti apa yang Beliau inginkan sepanjang tidak melanggar hukum Allah dan tuntunan Rasulullah.

Ketika kita menikah dengan suami atau istri kita, orang tua pasangan kita telah melahirkan, mendidik, mengasuh, dan membesarkan pasangan kita. Kemudian, pasangan kita hidup dengan kita. Maka, saling pengertian dan saling menghargai dibutuhkan agar tidak ada kecemburuan dan saling tidak suka. Semua itu kita lakukan untuk menuju ridho Allah. Sebagian besar kasus rumah tangga yang bermasalah, akarnya adalah hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua ataupun mertua. Entah dengan pihak ayah atau ibu, atau keduanya. Menghargai orang tua adalah hal mendasar yang harus kita lakukan jika kita ingin memiliki hubungan baik dengan siapapun, sukses dalam kehidupan, serta selamat di akhirat.

Bagaimanapun orang tua, mereka telah memberikan yang terbaik yang mereka bisa untuk kita. Orang tua yang sehat akalnya tidak ada yang tega menelantarkan ataupun menjerumuskan anak. Jadi, hargailah orang tua dan mertua kita. Berikut ini merupakan tips-tips dalam berkomunikasi dengan orang tua, dalam konteks ini adalah mertua kita yang kita anggap orang tua sendiri;

  • Fahami perasaan orang tua

Orang tua sudah dewasa dan tidak akan bertujuan buruk kepada anaknya. Fahamilah jalan pikiran mereka, dan kita akan tau betapa mulianya cita-cita mereka pada kita.

  • Perhatikan waktu dan situasi orang tua

Semakin fisik kita lelah dan lemah, kita menjadi semakin mudah emosi, bukan? Begitu pula dengan orang tua. Ketika kita hendak menyampaikan sesuatu, mengerti dahulu bagaimana mood orang tua. Jika waktu dan situasi kondusif, maka kita bisa menyampaikan sesuatu pada orang tua.

  • Lakukan kegiatan bersama

Kebersamaan akan membuat hubungan semakin akrab dan hangat. Entah menemani datang kondangan, menemani ke pasar, makan ke luar bersama, atau liburan. Lakukan kegiatan bersama untuk lebih menyenangkan orang tua.

  • Sampaikan dengan santun dan nada yang baik

Kepada orang lain saja, kita harus bicara dengan sopan santun, apalagi dengan orang tua? Bukan berarti harus kaku sekali, namun sampaikan dengan kasih sayang. Salah satu bentuk kasih sayang adalah kesantunan.

  • Dengarkan orang tua

Orang yang didengarkan akan merasa dihargai. Begitu pula dengan orang tua kita. Mereka pasti senang jika didengarkan. Terutama Ibu. Itulah yang dibutuhkan oleh orang tua kita.

  • Yakinkan bahwa kita bisa dipercaya orang tua

Sebagai orang luar yang baru masuk ke dalam keluarga, ada kekuatiran bahwa anaknya tidak mendapatkan pasangan yang cukup baik. Hiduplah dengan lurus, jujur, dan berbuat terbaik dalam apapun yang kita lakukan. Maka orang tua akan mempercayai kita. Jika kita bandel, berangasan, menyakiti hati, kerap melanggar aturan, atau salah jalan, maka jangan heran orang tua menjadi tidak simpatik dan menyalahkan kita terus. Tentu kita tidak menginginkan ini terjadi, kan? Maka bangunlah kepercayaan orang tua terhadap kita.

  • Minta maaf

Biasakan meminta maaf sebelum bepergian atau jika kita memang bersalah. Tidak ada salahnya meminta maaf pada mertua kita sendiri.

Kehidupan yang bahagia dan tenteram merupakan idaman kita semua. Semoga Allah membantu kita untuk mewujudkannya. Aamiin aamiin ya mujibassailiin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Palembang, 23 Oktober 2017 / 3 Safar 1439H

Ditulis khusus untuk: Kelas Artikel (Ketik) 6, Inspirator Academy
Disadur dari beberapa sumber
Ilustrasi Gambar: Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *