Komunitas Insan Qurani

Rasulullah bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Hadits tersebut membuat saya tergugah untuk berbuat sesuatu. Rasanya, amal yang telah saya lakukan selama ini belumlah  cukup. Pasti ada kesalahan dan kesempurnaan. Pasti tercampur dengan noda-noda. Astaghfirullahal adziim…

Seorang praktisi dan pemerhati pendidikan Islam, KH Mohammad Hidayat mengaku prihatin dengan rendahnya kemampuan umat Islam Indonesia dalam baca tulis Alquran. Di kota-kota besar saja, hanya mencapai 70 persen masyarakat yang melek Alquran. “Angka 70 persen itu mereka yang hanya bisa membaca alif, ba, ta, tsa secara terputus. Sementara yang bisa membaca huruf al-Qur`an secara tersambung masih sedikit. Bahkan yang membaca sesuai tajwid hanya beberapa persen saja,” jelas KH Mohammad Hidayat yang juga menjabat Ketua Dewan Pendiri dan Pembina Yayasan Majelis Taklim Al Washiyyah itu.

Kemuliaan Alquran yang luar biasa harus kita jaga. Berikut kutipan dari para guru kita, ulama-ulama klasik mengenal mukjizat Alquran,

Berkata Abdul Malik bin Umair:

“Satu-satunya manusia yang tidak tua adalah orang yang selalu membaca Alquran”.

“Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Alquran.”

Berkata Al-Imam Qurtubi:

“Barang siapa yang membaca Alquran,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun.”

Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah:

“Perbanyaklah membaca Alquran jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan dimudahkan setara dengan yang kamu baca”.

Berkata Ibnu Solah:

“Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama’an untuk membaca Alquran,  maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca’an manusia”.

Berkata Abu Zanad:

“Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Alquran”.

Berkata Shaikhul Islam Ibnu Taimiyyah:

“Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah Ta’ala”.

“Bergantunglah pada Alquran niscaya kau akan mendapatkan keberkahan”.

Berkata sebagian ahli tafsir:

“Manakala kita menyibukkan diri dengan Alquran maka kita akan dibanjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia.”

“Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufik-Nya kepada kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Alquran dan mengamalkan kandungannya.”

Bila Anda cinta pada Alquran maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Alquran maka pahala akan mengalir pada anda.

Itulah mengapa, saya lalu membentuk Komunitas Insan Qurani di tahun 2015. Memang hal ini merupakan cita-cita sekaligus passion saya sejak dulu. Komunitas Insan Qurani memilliki kegiatan menyalurkan Iqro’ dan Alquran kepada anak-anak yang membutuhkan. Targetnya kepada anak-anak yang memiliki pendampingan. Artinya, anak-anak tersebut memiliki guru baca Alquran.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Komunitas Insan Qurani, yaitu:

  1. Kolaborasi dengan lembaga amal

Kami bekerja sama dengan TPA, Pondok Pesantren, dan lembaga penyaluran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf lainnya. Dari Rumah Zakat, Rumah Buku Ilmi, TPA, Pondok Pesantren, dan masjid-masjid yang membutuhkan.

  1. Memanfaatkan media sosial untuk menggalang bantuan wakaf

Di era media sosial, kami juga menggunakan sarana Facebook, Instagram, dan Path untuk mengumumkan dibukanya donasi wakaf. Biasanya setelah itu, ada saja teman-teman yang tergerak hatinya untuk ikut berdonasi.

  1. Menginformasi amanah wakaf yang sudah disalurkan

Wakaf yang sudah disalurkan, diinformasikan melalui sebuah akun WordPress, termasuk jumlah Iqro’ dan Alquran, lokasi penerimaan wakaf, dan foto-foto kegiatan. Biasanya kami juga sudah update di blog untuk rencana wakaf selanjutnya.

  1. Memperhatikan daerah-daerah terpencil yang membutuhkan

Biasanya, tempat-tempat yang kami pilih memang merupakan tempat-tempat yang layak untuk diberikan wakaf. Tidak hanya di pulau Jawa saja, namun tersebar di seluruh Indonesia.

  1. Saling mendukung dan menyemangati satu sama lain

Ada kalanya relawan kami mengalami kejenuhan. Ada kalanya off untuk berkonsentrasi mengajar TPA, memperkuat hafalan, atau urusan-urusan lain. Namun, kami saling mendukung dan menyemangati agar istiqomah di jalan ini.

Komunitas Insan Qurani memang baru berusia 2 tahun, namun sejauh ini Alhamdulillah dukungan terus mengalir walaupun sedikit. Kami berharap agar komunitas ini istiqomah dalam berkhidmad kepada ummat Islam. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *