Adab Menerima Berita

Di masyarakat, seringkali terdapat simpang siur berita. Ghibah dan fitnah yang ditujukan kepada seseorang, lalu membuat orang lain ikut menghakimi si korban tanpa mengetahui dengan jelas beritanya. Ini tentu sangat merusak silaturahmi dan kehormatan seorang mukmin.

Adab merupakan respon yang timbul dari pendidikan. Kita sebagai tholabul ‘ilmi wajib untuk belajar adab. Karena kita temui banyak orang berilmu yang adabnya masih kurang baik.
Tatsabbut artinya verifikasi atau pengecekan kebenaran dalam menerima berita. Boleh disebarkan jika memang benar dan mashalat untuk disebarkan. Jika tidak, lebih baik kita menutupinya.

Sedangkan, tabayyun artinya bergerak mencari kebenaran dari suatu berita hingga jelas. Dalam tabayyun ada pertimbangan, apakah ada pihak terdzolimi dalam suatu perkara.

Hal ini merupakan bagian dari adab dalam habluminannas.

Dalam kitab At-Tafsir wa Al-Bayan 4/2064, Syaikh Abdul Aziz ath-Tharifi hafizhahullah mengatakan,

أمر الله بالتثبت في رواية الأخبار والأقوال، وكلما كان أثر الخبر عظيماً على الناس، كان التثبت فيه أعظم وأوجب، وأوجب الأقوال أن يُتثبّت فيها: هي الأقوال المنقولةُ عن الله ورسوله؛ وذلك أن أعظم الكذب هو الكذب على الله؛ قال تعالى :(انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَكَفَى بِهِ إِث
“Allah memerintahkan untuk melakukan verifikasi ketika menginformasikan suatu berita dan perkataan. Semakin besar pengaruh berita tersebut pada masyarakat, semakin ketat dan wajib untuk melakukan verifikasi. Dan perkataan yang paling wajib diverifikasi adalah perkataan yang dinukil dari Allah dan rasul-Nya, karena kedustaan terbesar adalah kedustaan yang mengatasnamakan Allah.” Semoga kita termasuk orang yang tidak suka melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. InsyaAllah.

Link: https://www.instagram.com/p/BiWIC1EA6Bk/?taken-by=ilmapratidina

Wallahu a’lam bishawab.

Barakallah… InsightQuran
Jumat, 4 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *