Solusi Mengendalikan Hawa Nafsu

Amalan bisa diterima dengan ittiba’ dan hati yang ikhlas. Sedang, hawa nafsu akan menghalangi kita dari jalan kebenaran. Baik hawa nafsu dari diri sendiri maupun dari luar, yaitu: golongan manusia dan setan.

Takutlah pada hawa nafsu kita sendiri, karena itulah musuh istikamah. Berkata Imam Syaqiq bin Ibrohim Al-Balkhi:

قال شقيق البلخي رحمه الله: أربعة أشياء من طريق الاستقامة: لا يترك أمر الله لشدةٍ تنزلُ به، ولا يتركه لشيء يقع في يده من الدنيا، فلا يعمل بهوى أحد ولا يعمل بهوى نفسه.
(حلية الأولياء)

“Empat jalan menuju istikamah: jangan tinggalkan perintah Allah karena sesuatu yang berat yang dia alami, jangan pernah tinggalkan perintah Allah karena sesuatu yang dia peroleh dari dunia, jangan pernah beramal karena hawa nafsu seseorang, jangan pernah mengerjakan sesuatu karena hawa nafsunya sendiri.”

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Jasiyah [45]: 23)

Wallahu a’lam bishowab.

Link: Solusi Mengendalikan Hawa Nafsu
Wordpress: kajianilma
Instagram: ilmapratidina