Tenang itu dari Dalam

Realita kehidupan ini tidak selalu seperti rencana dan harapan, namun seringkali berjalan di luar hal-hal tersebut.

Kondisi-kondisi kurang nyaman, seperti:
1. Saat mendapati kenyataan tidak sesuai usaha dan harapan. Solusi: sabar menerima takdir dan terus ikhtiar.
2. Saat memperoleh perlakuan buruk, seperti: direndahkan, dijatuhkan, dicela, difitnah, dikhianati, disakiti. Solusi: berakhlak mulia karena iman dan takwa. Umar bin Khattab berkata, “Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.” Ketika hati merendah itulah kita bisa menerima kebenaran.
3. Saat butuh hiburan. Carilah: hiburan yang halal.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Umar bin Khattab berkata,
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang telah melewatkan tidak akan pernah menjadi takdirku.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga perkara yang membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan. Adapun tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang membanggakan diri sendiri. Sedangkan tiga perkara yang menyelamatkan adalah takut kepada Allah di waktu sendirian dan dilihat orang banyak, sederhana di waktu kekurangan dan kecukupan, dan (berkata/berbuat) adil di waktu marah dan rida.”
[Hadits ini diriwayatkan dari Sahabat Anas, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abi Aufa, dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhum. Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh syaikh al-Albani di dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, no. 1802 karena banyak jalur periwayatannya]

Tenang yang sesungguhnya ada di dalam jiwa, kemudian mengejawantah ke luar. Semoga kita bisa menyikapi segalanya dengan akhlak mulia yang berasal dari hati bersih dan jiwa tenang. Aamiin.

Sumber: https://almanhaj.or.id/6627-jangan-mengikuti-hawa-nafsu.html

Wallahu a’lam bishowab.

Link: Tenang itu dari Dalam
Wordpress: kajianilma
Instagram: ilmapratidina